Menjadi Pemuda yang Baik

Pemuda merupakan aset bagi masa depan.  Tidak ada orang yang memungkiri hal tersebut, karena begitulah kenyataannya. Sebagai konsekuensinya, dalam masa ini seseorang mengalami perubahan secara fisik maupun psikis. Dalam Islam, hal ini sering disebut dengan masa baligh. Menurut H. Sulaiman Rasjid dalam Fiqh Islam, mengatakan  bahwa seorang anak dianggap telah baligh apabila padanya sudah ada salh satu sifat dibawah ini:

  1. telah berusia 15 tahun
  2. telah keluar sperma
  3. telah haidl

Sebagai konsekuensi  dari masa baligh yang paling penting adalah pengaruh jangka panjangnya terhadap sikap, perilaku sosial, minat, dan kepribadian. Untuk itulah masa ini merupakan masa emas yang harus dijaga dari hal hal yang berpotensi memberi efek negatif bagi masa depannya.

Sangat ironis ketika kita melihat kenyataan pemuda sekarang banyak yang masih jauh dari kebaikan. Bahkan dapat dikatakan mereka semakin dekat dengan budaya yang cenderung atau bahkan memberi dampak negatif. Tentu tidak semuanya seperti itu. Namun, bukan berarti kita tidak perlu memperhatikannya. Karena bukan hal yang tidak mungkin hal ini dapat memberi dampak negatif yang lebih besar bagi bangsa, negara, maupun agama Islam.

Salah satu dari beberapa aspek yang harus dimiliki seorang pemuda Islam adalah:

1. Aspek Aqidah
Wasiat luqman yang pertama kepada anaknya adalah berkenaan dengan aqidah, wahai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnnya mempersekutukan Allah adalah benar benar kezhaliman yang besar” (QS. Luqman [31]:13)

Ayat tersebut mengajarkan kita bahwa Aqidah merupakan hal penting yang harus dimiliki oleh semua umat Islam. Akan menjadi hal yang lebih penting lagi mengingat seorang remaja mudah seklai terbawa arus negatif. Salah satu penyebabnya adalah lemahnya aqidah.

Barangsiapa mempersekutukan Allah maka adalah ia seolah olah jatuh dari langit lalu disambar oleh burung atau diterbangkan angin ke tempat yang jauh” (Q.S Al-Hajj [22]:31)

Begitulah penggambaran bagi seseorang yang melupakan aqidah. Maka seharusnya ini menjadi fakus bagi umat Islam—bukan hanya aspek akademik saja yang terus dijadikan titik fokus. Karena masih banyak hal hal yang mengancam aqidah generasi muda kita. Seperti ramalan bintang.

“Siapa yang memetik pengetahuan dari nujum (ahli bintang selain apa yang dibenarkan Allah) maka ia telah memetik bagian dari sihir. semakin banyak yang diambilnya, semakin banyak pula kesesatan dan dosanya.” (HR Abu Daud dan Ahmad dari Ibn Abbas)

Pendidikan aqidah tidak hanya bertujuan agar anak menjauhi perbuatan syirik, tetapi juga menanamkan kepercayaan diri sehingga anak tidak hidup dengan bayang bayang glamor dunia modern dan pengidolaan seoranga artis yang berlebihan.

Jika para pemuda sudah terjerat pada kehidupan glamor, maka akan banyak efek negatif baginya. Seperti budaya konsumerisme, hedonisme, dan lain sebagainya. Na’udzubillah min dzaalik.

2. Berbakti kepada Kedua Orang Tua


Ada sebuah doa yang diajarkan oleh Al-Quran kepada kita:
“Wahai tuhanku sayangilah keduanya sebgaimana mereka berdua telah mendidik aku di waktu kecil” (QS Isra [17]:24)

Salah satu cara agar seorang anak berbakti kepada kedua orang tua adalah dengan menceritakan beberapa kisah tentang keadaan anak yang durhaka kepada orang tuanya, sehingga dalam hati sang anak akan senantiasa timbul rasa berbakti kepada Allah. Dapat pula dengan mengingatkan betapa pengorbanan ibu tatkala melahirkan anaknya memiliki taruhan hidup atau mati, selanjutnya giliran sang anak untuk menunjukkan sikap berbakti.

Namun perlu diingat pula bahwa jika orang tua menginginkan anaknya berbakti kepada mereka, bantulah anak dengan bersikap kasih sayang dan lembut, bukan dnegan ucapan atau sikap yang penuh dengan makian, bentakan, atau cemoohan. Semua itu dapat menimbulkan luka di hati sang anak. Terlebih, anak yang memasuki usia baligh memiliki sifat pemberontak, merasa tidak ingin dikekang sehingga orantua dituntut untuk menunjukkan kelemahlembutannya.

Contoh-contoh sikap anak terhadap orang tua yang perlu diajarkan, misalnya:
  1. Menaati perintah ibu dan ayah kecuali dalam hal yang sifatnya maksiat.
  2. Berbicarai kepada mereka dengan penuh kelembutan dan sopan santun.
  3. Berdiri ketika mereka masuk atau menghampiri anak
  4. Mencium kedua tangannya.
  5. Memelihara nama baik, harta, dan kehormatan mereka berdua.
  6. Memuliakan keduanya, memberikan segala yang mereka minta.
  7. Mengajak mereka bermusyawarah di dalam setiap pekerjaan dan perkara.
  8.  Banyak berdoa dan mohon ampun untuk mereka
  9. Apabila keduanya kedatangan tamu, hendaklah duduk di dekat pintu dan memperhatikan pandangan mereka. Karena barangkali mereka hendak memerintahkan sesuatu.
  10. Melakukan perbuatan yang membuat mereka senang, tanpa diperintah terlebih dahulu, dan lain sebagainya.
Share this article :
+
Previous
Next Post »
0 Komentar untuk "Menjadi Pemuda yang Baik"

 
Copyright © 2014 lagihangat.com - All Rights Reserved - DMCA
Template ByKunci Dunia