Sebutmu Tuan


Ternyata ada maunya
Seharusnya aku tak memuja
Saat kau tulikan telinga
Dengan harta, yang terlihat penuh cinta
Dan dengan cinta, yang terlihat menjelma harta
Gemricik recehmu sungguh menghina
Lalu, bungkam benarnya kata
Sesatkan logika yang tengah mengembara
Dulu aku mengabdi
Tapi tak pernah kau beri arti
Dulu aku pengagum janji
Yang kini kau ingkari
Tuan,
Ini terakhir kali aku menyebutmu tuan
Tak ada lagi pengabdian
Untuk orang yang menghilangkan perhatian
Setelah usai, dan turun jabatan
Share this article :
+
Previous
Next Post »
0 Komentar untuk "Sebutmu Tuan"